Meningkatkan Keimanan 3 Oktober 9, 2008
Posted by fajarfajar in Tidak terkategori.add a comment
Taken from : innersounds.blogspot.com/2006/07/renungan-mengenal-diri-sebagai-jalan.html
02 July 2006
Renungan: Mengenal Diri sebagai Jalan Meningkatkan Iman dan Taqwa
Salah satu cara untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt, adalah senantiasa mengenal diri kita masing-masing, yakni mengenal siapa Pencipta dan Pemilik kita? Kemana diri kita kan kembali? Dan dari apa dan dari mana diri kita ini diciptakan? Ayat al-Qur’an menyatakan, “Dan pada dirimu sendiri apakah kamu tidak memperhatikan?” (Q.S. Adz Dzariyaat : 21).
Untuk itu, mari kita bahas hal-hal tersebut di atas!
1. Siapa Pencipta dan Pemilik kita? Untuk menjawab hal ini, mari kita lihat ayat al-Qur’an Surah al-Baqarah : 155 – 156, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar; (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami akan kembali).”
Ayat al-Qur’an Surah al-Baqarah : 155 – 156, tersebut di atas sangat jelas mengatakan bahwa kita ini beserta atribut yang melekat adalah milik Allah swt. Sehingga kita dianjurkan untuk bersabar apabila ada suatu cobaan yang tidak kita inginkan sama sekali menimpa diri kita, baik itu cobaan besar maupun cobaan kecil, seperti gempa bumi, banjir, ketakutan, kelaparan, kekurangan harta bahkan kematian sekalipun. Semua itu harus dihadapi dengan tabah sambil merenungkan dan bertindak untuk mengambil sikap bagaimana cara kita mengatasi cobaan tersebut, dengan tetap dilandasi oleh suatu pandangan Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun.
2. Dari apa dan dari mana diri kita diciptakan? Untuk menjawab hal ini, Allah swt, telah menjelaskan, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal dari) tanah; Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh; Kemudian air mani (nuthfah) itu Kami jadikan segumpal darah (‘alaqah), lalu ‘alaqah itu Kami jadikan segumpal daging (mudhghah), dan mudhghah itu Kami jadikan tulang belulang (‘idham), lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci-lah Allah Pencipta yang paling baik.” (Q.S. al-Mu’minuun : 12 – 14).
Dari ayat tersebut di atas, dapatlah kita pahami bahwa kejadian manusia melalui dua proses, yaitu proses fisik (materi) dan proses nonfisik (immateri).
Dari proses secara fisik (materi) yang dimulai dari saripati tanah dan diakhiri dengan dibungkusnya tulang belulang (‘idham) dengan daging (lahm). Maka diri kita ini dapatlah dipastikan akan berakhir kembali ke alam materi, yakni berada di kuburan yang terpendam di dalam tanah. Di atas kuburan tumbuh rerumputan, lalu rerumputan itu dimakan oleh hewan herbivora, lalu hewan herbivora itu dimakan oleh manusia, kemudian manusia akan mati yang akan dikubur kembali dan menjadi pupuk bagi tanaman, lalu tanaman itu dimakan manusia lagi dan begitulah seterusnya.
Oleh karena itu, Islam sangat menentang pandangan yang menyatakan bahwa meteri adalah ukuran segala-galanya bagi kemuliaan seseorang.
Lalu, apa sebenarnya ukuran kemuliaan seseorang? Di dalam ayat di atas dilanjutkan dengan kalimat: Tsumma ansya’ naahu khalqan aakhara, kemudian Kami ciptakan makhluk (dalam bentuk) lain pada manusia itu. Inilah proses kejadian manusia yang bersifat nonfisik atau immateri. Menurut mufassir, kalimat ansya’naahu menunjukkan terciptanya sesuatu yang baru pada diri manusia yang tidak dicakup dan tidak diiringi oleh materi sebelumnya. Ibnu Katsir berpendapat bahwa yang dimaksud tsumma ansya’naahu khalqan aakhar adalah kemudian Allah meniupkan ruh ke dalam diri manusia (wanafakha fiihi min ruuhihi).
Lalu, apa hakikat ruh itu? Nah, hal ini merupakan misteri yang hanya Allah saja yang Maha Tahu. “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Q.S. al-Israa’ : 85).
Jadi, ruh itu bersifat ghaib dan immateri, dan akan kembali ke alam immateri yaitu alam barzah. Manusia memang terdiri atas jasad dan ruh, tetapi yang hakikat diantara kedua substansi itu adalah ruh. Jasad hanyalah alat ruh di alam nyata. Suatu ketika, jasad akan terpisah dengan ruh yang disebut dengan maut atau mati. Yang mati adalah jasad sedangkan ruh akan melanjutkan eksistensinya di alam barzah.
Jadi, dimana letak ukuran kemuliaan manusia itu? Ukuran kemuliaan seseorang terletak pada sejauh mana dia mampu memelihara dan mengembangkan sifat-sifat ketuhanan yang telah diberikan Allah swt, secara terpadu dalam perjalanan hidup dan kehidupannya sehari-hari.
Kalau begitu, apa fungsi materi itu? Materi adalah alat penunjang bagi pengembangan dan perwujudan sifat-sifat ketuhanan. Karena berfungsi sebagai penunjang, manusia dilarang berlebih-lebihan dalam mencintai materi karena akan merusak pengembangan sifat-sifat ketuhanan yang melekat pada diri manusia.
Oleh karena itu, ada baiknya kita mengoreksi diri kita masing-masing, apakah kita masih senang merias jasmani daripada merias rohani kita. Yang jelas Islam mengajarkan keserasian, keseimbangan, dan keselarasan dalam hidup dan kehidupan, keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani, antara kepentingan individu dan sosial, dan sebagainya. Dengan adanya koreksi diri semacam itu, insya Allah hidup kita akan selamat dan bahagia dunia dan akhirat. Aamiin.
Meningkatkan Keimanan 2 Oktober 9, 2008
Posted by fajarfajar in Tidak terkategori.add a comment
MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN IMAN
Taken from www.tahajudcallmq.wordpress.com
Posted on Minggu, 8 Juli, 2007. Filed under: Tips dan Trik |
Apa kabar, Sahabat?
Semoga makin berpeluh cinta-Nya.
Apa kabar hati?
Semoga selalu bersih dari noda.
Apa kabar iman?
Semoga kian menapak maju.
Keep Allah in your heart,
And may He always loves you*.
Sahabat, cobalah tanya hati kita, “Apakah imanku hari ini sudah lebih baik dari kemarin?” Jika ragu, kenapa tak belajar untuk tetap memelihara bahkan meningkatkan kualitas iman kita dengan cara:
1. Mengisi waktu sebanyak mungkin dengan mengingat Allah.
2. Bangun di malam hari, lalu berwudhu dan shalatlah sendirian.
3. Bukalah Al-Qur’an di tengah malam. Baca secara perlahan. Begitu juga terjemahannya. Resapi maknanya. Al-Qur’an disampaikan Allah, khusus untuk kita.
4. Bangunkan juga keluarga dan sahabat yang lain dengan lemah lembut untuk melakukan hal yang sama.
5. Shalat Subuh berjama’ah. Shalat Subuh di masjid adalah wajib bagi laki-laki. Namun, biasanya selalu saja ada alasan untuk menghindarinya. Sedangkan bagi perempuan, shalat berjama’ah di rumah pun baik
6. Baca atau kirimkanlah ayat serta hadist kepada sahabat dan keluarga kita, sebagai hadiah di pagi hari.
7. Usahakan membaca satu atau dua halaman Sirah Nabawiyah di pagi hari untuk menambah kecintaan dan keshidiqan kepada Rasulullah yang namanya selalu kita sebut dalam dua kalimat syahadat
8. Ucapkanlah bismillaahittawakaltu’alallaahi laa lawla wa laa quwwata illa billahi, dengan nama Allah aku bertawakal (menggantungkan semua urusanku) hanya kepadaNya tidak ada kemampuan kecuali dengan izin Allah, sebelum beraktifitas.
9. Usahakan tetap mendengar lantunan Al-Qur’an kemanapun kita pergi hari ini, baik dari alat elektronik maupun dengan menyenandungkan hafalan dan bacaan kita.
10. Ucapkanlah berbagai macam doa sehari – hari. Bergantunglah kepada Allah dalam setiap urusan.
11. Tunaikanlah shalat tepat waktu. Persiapkan dalam keadaan berwudhu minimal 15 menit sebelum adzan berkumandang. Rasakanlah setiap berkah yang dilimpahkan Allah kepada kita.
12. Berwudhulah dengan sempurna. Perhatikanlah air yang menetes dari kulit wajah dan bagian-bagian tubuh kita. Saksikan dosa-dosa Anda bercucuran bersama tetesan air wudhu.
13. Laksanakanlah shalat seakan – akan itu adalah shalat kita yang terakhir Hadapkan tubuh lurus ke arah Ka’bah Baitullah. Tundukkanlah jiwa kita di hadapan Allah, Sang Pencipta dan Pemelihara Hidup kita. Ejalah satu per satu bacaan shalat dengan kerendahan hati dan kehinaan diri di hadapan Allah.
14. Lakukanlah puasa sunnah sebanyak mungkin, karena Allah langsung mengabulkan do’a orang yang berpuasa. Sedangkan doa adalah senjata utama bagi seorang mukmin,
15. Berinfaq dan bershadaqahlah. Harta yang kita miliki sepenuhnya adalah hak Allah. Jadi, gunakanlah sesuai kehendak pemiliknya yang sejati. Perbanyaklah infaq dan shadaqah untuk menunjukkan kepada Allah, bahwa harta yang ada pada kita sama sekali tidak mengganggu kesadaran kita, ” Bahwa ini semua milik Engkau ya Allah.”
16. Bergaul serta bersahabatlah sebanyak dan sesering mungkin dengan orang-orang shaleh. Dahulukan iman, ibadah, ilmu dan amal shalih sebagai kriteria kita dalam memilih teman apalagi sahabat karib.
*Dikutip dari Sebab Cinta Tak Kenal Waktu, D.H. Devita, Eramuslim, 21/10/2004, dengan pengubahan pada kata Sahabat.
Meningkatkan Keimanan 1 Oktober 9, 2008
Posted by fajarfajar in Kisah Inspirasi.add a comment
Assalamualaikum Sahabat … Sesuai permintaan salah seorang pendengar, saya akan mem-post artikel2 yang saya bacakan di acara Mata Hati di MQ 102,7 FM Bandung, tgl 9 Oktober 2009.
Saya lupa sumber-sumbernya darimana saja, tapi mudah2an ini menjadi amal bagi yang membuatnya (artikel2 ini bukan buatan saya). So jazakallah untuk yang bersusah payah membuat artikel2 ini. Mudah2an allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda. Amin …
Sebab-sebab Naik-turunnya Iman dan Cara Meningkatkan Keimanan
CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :
1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits
a. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya
Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS, Shaad 38:29)
”Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS, al-Israa’ 17:82)
b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma’ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal ibadah).
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.
c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah SAW.
Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah.
Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah saw dan bertanya, “Wahai Rasul Allah, kapan tibanya hari akhirat?”. Rasulullah saw balik bertanya : “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?”. Si sahabat menjawab , “Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup.
Namun didalam hati, aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah”. Rasulullah saw menjawab, “Insya Allah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai”. (HR Muslim) Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah SAW. Jelaslah bahwa mencintai Rasulullah adalah salah satu jalan menuju surga, dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih mudah memahami dan mencintai Rasulullah SAW.
d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam
Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket yang sedemikian rincinya seperti Islam, dimana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami -istripun ada aturannya.
e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Sholeh (generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasulullah SAW, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in)
Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara manusia zaman kini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu dari gunung Uhud. Umar r.a. pernah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke perutnya ketika tahu bahwa makanan yang diberikan padanya kurang halal sumbernya. Sejarah lain menceritakan tentang lumrahnya seorang tabi’in meng-khatamkan Qur’an dalam satu kali sholatnya. Atau cerita tentang seorang sholeh yang lebih dari 40 tahun hidupnya berturut-turut tidak pernah sholat wajib sendiri kecuali berjamaah di mesjid. Atau seorang sholeh yang menangis karena lupa mengucap doa ketika masuk mesjid. Inilah cerita-cerita teladan yang mampu menggetarkan hati seorang yang sedang meningkatkan keimanannnya.
2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam (ma’rifatullah)
Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.
Renungkan pula rahasia dan mukjizat Qur’an. Salah satu keajaiban Al Qur’an adalah struktur matematis Al Qur’an. Walau wahyu Allah diturunkan bertahap namun ketika seluruh wahyu lengkap maka ditemukan bahwa kata tunggal “hari” disebut sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada satu tahun syamsiyyah (masehi).
Kata jamak hari disebut sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan. Sedang kata Syahrun (bulan) dalam Al Quran disebut sebanyak 12 kali sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Kata Saa’ah (jam) disebutkan sebanyak 24 kali sama dengan jumlah jam sehari semalam. Dan semua kata-kata itu tersebar di 114 surat dan 6666 ayat dan ratusan ribu kata yang tersusun indah. Dan masih banyak lagi keajaiban dan mukjizat Al Quran dari sisi pandang lainnya yang membuktikan bahwa itu bukan karya manusia. Masih banyak pula mukjizat lainnya di alam ini yang membuktikan bahwa alam ini memiliki struktur yang sangat sempurna dan tidak mungkin tercipta dengan sendirinya. Adalah lumrah, bahwa sesuatu yang tidak mungkin diciptakan manusia, pastilah diciptakan sesuatu yang Maha Kuasa, Maha Besar. Inilah yang menambah kecilnya diri kita dan menambah kekaguman dan cinta serta iman kita kepada Sang Pencipta alam semesta ini.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”
(Ali ‘Imran: 190-191).
Rasullullah berkata:”Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya”
3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas
Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.
a. Amalan Hati
Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu
menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut
dan harap akan Allah. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan
sebagainya.
b. Amalan Lidah
Perbanyak membaca Al-Qur’an, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar,
mengirim salam dan sholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain kepada
kebaikan, melarang kemungkaran.
c. Amalan Anggota Tubuh
Dilakukan melalui kepatuhan dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk sholat berjamaah di mesjid (khususnya bagi pria).
SEBAB-SEBAB TURUNNYA KADAR IMAN :
Sebab-sebab dari dalam diri kita sendiri (Internal) :
1. Kebodohan
Kebodohan merupakan pangkal dari berbagai perbuatan buruk. Seseorang berbuat jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat, atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya.
2. Ketidakpedulian, keengganan dan melupakan
Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi yang hanya ia sukai (yang ia pedulikan), sedangkan yang bukan ia sukai tidak diberi tempat dipikirannya. Ini menyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada Allah, sifatnya tidak tulus, tidak punya rasa takut dan malu (kepada Allah), tidak merasa berdosa (tidak perlu tobat), dan bisa jadi ia menjadi sombong karena tidak merasakan pentingnya berbuat rendah hati dan sederhana.
Kengganan seseorang untuk melakukan suatu kebaikan padahal ia tahu hal itu telah diperintahkan Allah, maka ia termasuk orang yang men-zhalimi (melalaikan) dirinya sendiri. Allah akan mengunci hatinya dari jalan yang lurus (al-Kahfi 18:5), dan ia akan menjadi teman syeitan (Thaaha 20:124).
Melupakan kewajiban dan kepatuhan seseorang dalam beribadah berawal dari sifat lalai atau lemah hatinya. Waktu dan energinya harus didorong agar diisi lebih banyak dengan perbuatan amal sholeh, kalau tidak maka kesenangan duniawi akan semakin menguasai dirinya hingga ia semakin jauh dari ingat (dzikir) kepada Allah.
3. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa
Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan (tidak patuh terhadap) perintah dan larangan Allah. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari zinah pandangan mata yang dianggap dosa kecil kemudian berkembang menjadi zinah tubuh. Dosa-dosa kecil yang disepelekan merupakan proses pendidikan jahat (pembiasaan) untuk menyepelekan dosa-dosa besar. Karena itu basmilah dosa-dosa kecil selagi belum tumbuh menjadi dosa besar.
4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat
Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, Allah menggabungkan dua jiwa, yakni jiwa jahat dan jiwa yang tenang sekaligus dalam diri manusia, dan mereka saling bermusuhan dalam diri seorang manusia. Disaat salah satu melemah, maka yang lain menguat. Perang antar keduanya berlangsung terus hingga si empunya jiwa meninggal dunia. Adalah sungguh merugi orang-orang yang jiwa jahatnya menguasai tubuhnya. Seperti sabda Rasulullah, “..barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkannya maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk”. Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa tenang) yang ada dalam tubuh kita.
Sebab-sebab dari luar diri kita (External) :
1. Syaitan
Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan orang. Siapa saja yang tidak membentengi dirinya dengan selalu mengingat Allah maka ia menjadi sarang syaitan, menjerumuskannya dalam kesesatan, ketidak patuhan terhadap Allah, membujuknya melakukan dosa.
2. Bujukan dan rayuan dunia
Allah SWT berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS, al-Hadiid 57:20).
Tujuan hidup manusia seluruhnya untuk akhirat. Apapun kegiatan dunia yang kita lakukan, seperti mencari nafkah, menonton TV, bertemu teman dan keluarga, seharusnya semua itu ditujukan untuk meraih pahala akhirat. Tidak secuilpun dari kegiatan duniawi boleh dilepaskan dari aturan main yang diperintahkan atau dilarang Allah. Ibnul Qayyim mengibaratkan hati sebagai suatu wadah bagi tujuan hidup manusia (akhirat dan duniawi) dengan kapasitas (daya tampung) tertentu. Ketika tujuan duniawi tumbuh maka ia akan mengurangi porsi tujuan akhirat. Ketika porsi tujuan akhirat bertambah maka porsi tujuan duniawi berkurang. Dalam situasi dimana tujuan dunia menguasai hati kita maka hanya tersisa sedikit porsi akhirat di hati kita, dan inilah awal dari menurunnya keimanan kita.
3. Pergaulan yang buruk
Rasulullah bersabda : “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).
Seorang teman yang sholeh selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah, karenanya ia selalu mengajak siapa saja orang disekitarnya untuk menuju kepada kebaikan dan mengingatkan mereka bila mendekati kemungkaran. Teman dan sahabat yang sholeh sangat penting kita miliki di zaman kini dimana pergaulan manusia sudah sangat bebas dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai agama Islam. Berada diantara teman-teman yang sholeh akan membuat seorang wanita tidak merasa asing bila mengenakan jilbab. Demikian pula seorang pria bisa merasa bersalah bila ia membicarakan aurat wanita diantara orang-orang sholeh. Sebaliknya berada diantara orang-orang yang tidak sholeh atau berperilaku buruk menjadikan kita dipandang aneh bila berjilbab atau bahkan ketika hendak melakukan sholat.
Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena begitu banyak usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi. Paling tidak kita termasuk orang-orang yang lebih beruntung dibanding orang lain yang belum sempat mengetahui “sebab-sebab naik-turunnya iman” dalam tulisan ini. Mari kita ingatkan teman-teman kita dengan menyebarkan tulisan ini.
Sumber :
1. Sebab-sebab Naik Turunnya Iman, oleh Syaikh Abdur Razzaaq al-Abbaad
2. Asma’ul Husna, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
3. Penawar Hati yang Sakit, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Sahabat MQ … Mohon Pamit … Desember 26, 2007
Posted by fajarfajar in Info Pribadi.5 comments
Assalamualaikum ….
Emm… nulis ini sambil ditemani lagu “Berserah” yang dinyanyiin langsung sama Taufik Batisah (langsung dari Youtube… tumben koneksi kantor cepet…alhamdulillah)
Sahabat MQ, terima kasih atas kesetiaan dan perhatiannya selama 2004 – 2007 ini ya. Thanks for listening to my shows for the last 4 years. Ini saatnya saya mengucapkan pamit dari udara, pamit dari Media Bening Hati 102,7 FM Bandung …
4 tahun yang bermakna, 4 tahun yang penuh kesan, 4 tahun yang penuh kebersamaan, 4 tahun yang penuh suka (saya sudah lupakan duka-dukanya
)
Mohon doa dari semua, agar saya diberi kekuatan untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya di tempat yang baru. Tetap miscall saya ya untuk tahajud di malam hari!
Untuk Kru MQ, terimakasih atas semuanya. MQ FM telah menjadi sebuah keluarga untuk saya …
Untuk Sahabat MQ, saya berharap mudah2an banyak manfaat yang bisa Sahabat MQ dapat dari acara2 yang pernah saya bawakan. Tetap istiqomah, tetap berjuang dan tetap BERSAMA MENUJU KEBAIKAN!
wassalam …
NB : Salam 165!
Lisan vs Perbuatan Desember 21, 2007
Posted by fajarfajar in Curhat.2 comments
Sedikit tersindir …
“Memiliki integritas yang tinggi”, itu salah satu syarat lowongan untuk asisten trainer di tempat kerja baru saya nanti. Hehe … untungnya saya sudah keterima sebelum perusahaan ini mem-post syarat2nya di web resmi mereka.
Tapi ini memang sebuah PR besar buat saya, untuk memperkuat integritas diri. Bukan hanya untuk pekerjaan ini, tapi juga untuk seluruh kehidupan saya.
Sebenarnya, pekerjaan yang sekarang jauh lebih membutuhkan integritas diri. Nggak bisa dong, siaran di sebuah radio islami, cuap-cuap tentang keikhlasan, keistiqomahan, silaturrahim, menjaga hati, ma’rifatullah dan blablabla lainnya, tapi diri sendiri masih minim aplikasi.
Dan kalau dirunut ke sebuah ayat di AlQuran, bukankah Allah murka terhadap orang yang tidak mempunyai integritas diri, yaitu orang yang mengatakan apa yang tdk diperbuatnya? Heuu ngeri … kemurkaan buat saya dong? Tapi dasar manusia, tetep aja saya berlaku demikian…
Kumaha atuh, Ceuuuu??
Hady Mirza sayang, Hady Mirza Malang … Desember 21, 2007
Posted by fajarfajar in Tidak terkategori.90 comments
Sudah 4 hari lewat dari Asian Idol 2007. Lots of controversy on the news about the crowning of as the 1st Asian Idol. Banyak yang menyayangkan kemenangan Hady dan mengatakan kalau “Hady menang karena tampang”. Banyak juga fansnya Hady (mostly orang S’pore) yang melakukan “advokasi” buat penyanyi yang satu ini.
Sudah terlalu banyak blog yang mengulas hal ini, tapi di blog ini mah enggak ah … Buat saya pribadi, Jaclyn Victor was the best d Asian idol tempo hari.
Tapi satu hal yang pasti kalau Hady itu DISUKAI oleh banyak orang!
Buktinya? Blog saya ini melejit dari hanya 4 views jadi 190 views dalam satu hari!! It happened after i provide the lyric and link to the mp3 file of “Berserah” (on previous post) which was performed by Hady during Asian Idol. Bisa dimengerti kalau Hady memang sangat bagus saat menyanyikan lagu itu, sehingga banyak yang mencari lirik dan mp3 lagu tersebut.
Saya juga terkejut saat iseng2 mencoba search di Google dengan keyword “Hady Mirza Berserah” … ternyata blog ini ada di paling atas! Alhamdulillah …
Kesimpulannya : Meskipun penuh kontroversi, buktinya people love Hady and they love the song too (thanks to Taufik Batisah). Good luck to you Hady …
Lyric of Jaclyn Victor – Gemilang Desember 20, 2007
Posted by fajarfajar in Tidak terkategori.6 comments

After previously uploaded the lyrics of Berserah by Hady Mirza. Now i want to give you the lyric of Gemilang by Jaclyn Victor. The song is about being strong in achieving your dreams. She did her best on Asian Idol… Too bad she didn’t win the title.
Well, better luck next time, Jac. Here’s the lyric
Jaclyn Victor – Gemilang
Berjuta bintang menyanyi,
Ku di antara yang satu,
Mungkin cahaya dan impian ku di sini Gemilang
Lalu ku redah onak duri di lautan api,
Kemuncak yang ingin ku tawan aku jelajahi
Gemilang itu semakin pasti ku genggam,
Gemilang suara keyakinan kian dalam,
Gementar harus jangan,
Jiwaku harus bertenaga,
Mungkinkah ini,
Menjadi impian ku
Lalu ku redah onak duri di lautan api,
Kemuncak yang ingin ku tawan aku jelajahi
Gemilang itu semakin pasti ku genggam,
Gemilang suara keyakinan kian dalam,
Gementar harus jangan,
Jiwa ku harus bertenaga,
Mungkinkah ini,
Menjadi realiti�
Here we go,
Gemilang realiti
Gemilang realiti
Gemilang realiti
Gemilang realiti
Gemilang realiti
Gementar harus jangan,
Jiwa ku harus bertenaga,
Mungkinkah ini,
Menjadi realiti
Jakarta di Januari Desember 20, 2007
Posted by fajarfajar in Curhat.Tags: Jakarta, januari
add a comment
Alhamdulillah … hari demi hari terlalui dan makin dekat ke saat yang dituju. Jakarta, itulah kota yang saya akan tinggali mulai Januari. Setidaknya untuk beberapa tahun ke depan
Good bye to Bandung? Nggak juga, karena hati saya selalu ada di kota ini. It’s just another phase of life that i have to live. Sewaktu kuliah, lima tahun nge-kos di Jatinangor-Sumedang (kota yang kecil nan crowded oleh mahasiswa itu!), setelah sebelumnya dari TK sampai SMU di Bandung.
Berat ternyata pindah ke Jakarta, meninggalkan kehidupan yang santai, minim beban dan enak di Bandung (eh, apa ini yang dinamakan zona nyaman ya?) menuju kehidupan profesional yang penuh tantangan, kerja keras dan tanggung jawab di tempat kerja yang baru
Ketika mendengar ucapan “Selamat bergabung bersama kami” bukan rasa bahagia yang ada, tapi bingung dan tiba-tiba badan jadi lemas. Setelah keluar dari ruangan HRD, untuk beberapa saat saya terduduk di ruang tunggu dan berpikir “Ya Allah, what have i done?” karena ingat betapa keras usaha saya meyakinkan HRD untuk menerima saya, tapi muncul keraguan yang sangat apakah saya bisa menjalankan tanggung jawab seberat ini.
Tapi kemudian saya ingat lagi bahwa saya sudah meminta yang terbaik dari Allah, dan Allah sudah memberikannya untuk saya. Insya Allah saya bisa menjalaninya!! Saya sangat yakin bahwa Allah tergantung kepada prasangka hamba-Nya. Maka saya akan tetap optimis… Insya Allah…
Mohon doa ya … semoga diberi kekuatan untuk selalu bertanggung jawab dan mampu bekerja keras mencapai kesuksesan.
Hady Mirza – Berserah (by Taufik Batisah) Desember 19, 2007
Posted by fajarfajar in Musik.Tags: asian idol, berserah, hady mirza, idol, singapore idol, taufik batisah
105 comments
Ahem … Hady Mirza is the first Asian Idol. There might be a lot of controversy here and there, but one way or another it’s all in God’s hands. Here is the lyric of “Berserah” written by Taufik Batisah (one of the succesful Singapore Idol??) which Hady sang previously on Asian Idol 16 December 2007.
Gerhana meliputi segala
Tiada lagi sinaran cahaya
Keinginan tanpa kepastian
Tak mampu rasanya ku teruskan, ku meneruskan
Biarlah, ku relakan segala
walau hidupku sebuah tanda tanya mengapa
Biarpun tak mampuku bertahan
Takkan pernah ku akui kalah
Masih terdampar ku disini
Tiada jalan mungkin ku lalui
Haruskah hidupku dipersenda?
Mengharungi dugaan yang berlanda. Ku berserah.
Biarlah ku relakan segala walau hidupku sebuah tanda tanya mengapa
Biarpun tak mampu ku bertahan
Takkan pernah ku akui kalah
Tuhanku ku relakan segala
Takkan pernah ku akui kalah
Ku percaya ku yakin pada-Nya
Dia yang menentukan semua
Ku berserah…
To download Hady Mirza – Berserah and other Asian Idol performances, please click here
Takbir Menjelang Iedul Adha Desember 19, 2007
Posted by fajarfajar in Tidak terkategori.Tags: adha, allah, hajar, Ibrahim, idul adha, ied, iedul adha, Ismail, qurban, takbir
add a comment
Allaahu akbar .. allahu akbar ..allaahu akbar. Laa Ilaaha illallaahu … Allaahu akbar… Allaahu akbar wa lillaahilhamdu …
Allah Maha Besar … Allah Maha besar … Allah Maha Besar. tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha besar dan milik Allahlah segala puji.
Alhamdulillah, takbir kembali mengalun di penjuru bumi Allah. Saya salah satu yang turut larut di dalamnya. Ratusan jamaah bertakbir memuji kebesaran-Nya di masjid yang sederhana dan bercat dominan hijau itu : DaarutTauhiid Bandung.
Kami mungkin tidak saling mengenal, namun kami sama-sama melantunkan puja-puji yang sama, melafalkan kecintaan kepada Dzat yang sama-Allah SWT.Syahdu …
Terkenang sebuah kisah yang selalu diingatkan para muballigh menjelang Iedul Adha, yaitu kisah nabi ibrahim AS dan keluarganya. Kecintaan mereka kepada Allah yang mengalahkan cinta kepada masing-masing mereka sendiri.
Siti Hajar yang merelakan putra yang dikasihinya dalam berbagai kesusahan untuk disembelih Ibrahim A.S atas perintah Allah, hingga melempari Syaithan yang terus mengganggu agar Siti Hajar menghalangi nabi ibrahim. Ismail A.S yang merelakan nyawanya hilang asal ayahnya dapat menuruti perintah Allah. Nabi Ibrahim yang dengan berat merelakan anak yang dikasihinya untuk diqurbankan sesuai keinginan Allah SWT. Berat bagi mereka, namun cinta mereka kepada Allah mengalahkan segalanya. Akhirnya, Allah menggantikan Ismail A.S dengan seekor hewan sembelihan yang besar.
Allahu Akbar …
Seakan Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita satu hal, yaitu untuk “menyembelih” cinta-cinta kita kepada selain Allah … dan menghaturkan cinta hanya kepada Yang Satu ….
Allahu Akbar … Segala puji hanya milik-Mu Allah …

